Green IT

Green IT - Go GreenKomputasi hijau (green computing) juga antara lain disebut sebagai Green IT atau Green ICT atau kelestarian ICT. Pada hakekatnya semuanya mengacu kepada upaya agar teknologi informasi dan komunikasi (ICT), selama siklus hidupnya dimanfaatkan dengan cara yang lebih ramah lingkungan dan hemat sumber daya. Kriteria tersebut juga mencakup optimasi konsumsi terhadap sumber daya selama manufaktur, operasional dan pada proses daur ulang perangkat ICT.

Tingkat efisiensi dari sistem ICT modern bergantung pada kombinasi rumit yang melibatkan manusia, jaringan, serta perangkat keras. Untuk menyiasati hal seperti itu diperlukan suatu prakarsa komputasi hijau yang diterapkan secara sistematis dan ditujukan untuk akselerasi penyelesaian masalah yang semakin rumit, berupa restrukturisasi manajemen, kepatuhan terhadap regulasi, pembuangan limbah dan daur ulang perangkat elektronika, komputasi jarak jauh termasuk komputasi awan (cloud), optimasi sumber daya server dengan virtualisasi, penggunaan enerji lebih efisien, solusi thin client, dan semua kebijakan itu tidak melupakan faktor ROI (return on investment).

Tantangan Komputasi Hijau

Porsi terbesar penggunaan enerji listrik adalah untuk penggunaan ICT di lingkungan perusahan dan untuk mengoperasikan pusat-pusat data yang meningkat dari tahun ke tahun seiring dengan perkembangan ICT dunia.

Berdasar data estimasi penggunaan enerji, masing-masing separuhnya untuk infrastruktur terutama untuk mendinginkan ruangan operasional pusat data, sementara separuhnya lagi untuk menjalankan sistem, termasuk server dan penyimpanan data menggunakan pengamanan UPS. Salah satu untuk cara menilai biaya penggunaan enerji adalah rasio dari Power Usage Effectiveness (PUE). Dalam hal tertentu ternyata terjadi perbedaan yang tajam dengan rasio rata-rata, karena pusat data tertentu berada dalam situasi yang kurang menguntungkan seperti temperatur udara di luar yang tinggi, keterbatasan tempat, faktor isolasi gedung dan permintaan tingkat pengamanan sistim yang lebih tinggi (misalnya diperlukan UPS lebih besar, karena suplai daya tidak stabil).

Sebagai pedoman disebutkan bahwa server yang umumnya berjalan 24 jam sehari tanpa pernah dimatikan, rata-rata hanya dibebani sekitar 10 sampai 20 persen dari kapasitas tersedia, karena server acapkali direncanakan untuk beban puncak yang jarang atau tidak pernah terjadi.

Konsolidasi pada Komputasi Hijau

Salah satu pendekatan untuk Green IT adalah Konsolidasi, dimana sistem heterogen digabungbungkan sehinggan jumlah server dan pusat data berkurang.

Pilihan lain pada untuk pusat data, yaitu dengan utilisasi kapasitas yang lebih baik berupa virtualisasi. Hal ini memungkinkan aplikasi yang sebelumnya berjalan tersebar pada mesin yang berbeda, digabungkan dalam mesin virtual pada komputer yang lebih powerful. Alhasil, server bisa dibebani jauh lebih tinggi, dan jumlah dikurangi.

Virtualisasi mendukung konsep-konsep seperti arsitektur berorientasi layanan (SOA) dan Software sebagai Layanan (SaaS). Sistem manajemen TI modern sebenarnya mampu memprediksi kapasitas server yang diperlukan dan berdasarkan kebutuhan mengurangi atau menambahkannya.